Satu demi satu, ahli media sosial ISIS terbunuh sebagai hasil dari program FBI

316

Infobet77 – Di Musim panas 2015 lalu, Drone bersenjata milik Amerika yang berada di Syria Timur mengintai Junaid Hussain, seorang hacker berpengaruh dan perekrut anggota bagi negara Islam.

Selama seminggu, Tuan Hussain sangat berhati hati menjaga anak angkatnya yang masih muda disisinya, dan para Drone menahan tembakan mereka. Tapi pada suatu malam, Tuan Hussain meninggalkan Kafe Internet sendirian, dan satu menit kemudian sebuah misil ledakan membunuhnya saat dia berjalan diantara dua bangunan di Raqqa, Syria, The Islamic State’s de facto Capital.

Junaid Hussain
Junaid Hussain

Tuan Hussain, berumur 21 tahun dari Birmingham, Inggris, adalah pemimpin dari komplotan spesialis komputer berbahasa inggris yang telah memberikan megafon jarak jauh kepada propaganda Negara Islam dan mendesak pengikut online-nya untuk melakukan serangan di Barat. Satu demi satu, Amerika dan pasukan gabungan telah membunuh lusinan orang penting didalam penjara, yang disebut “The Legion” oleh FBI sebagai bagian dari kampanye rahasia yang telah banyak membungkam suara berbahaya yang bisa mengakibatkan lonjakan aktifitas kontraterorisme pada tahun 2015 yang banyak terjadi pada pemuda dibawah umur dipengaruhi oleh propaganda.

Militer Amerika, Intelegensi dan petugas hukum mengakui bahwa negara islam masih memiliki pengaruh sosial media yang dapat menginspirasi terjadinya serangan seperti di San Bernardino, Calif.,dan di Orlando, Fla.,dan masih dicuragai sebagai musuh berpotensial dengan menjaga sel sel klandestin di Eropa. Tapi mereka berhasil melacak upaya kordinasi terhadap Legiun sebagai bukti keberhasilan Amerika yang telah mengurangi kemampuan negara islam untuk mengarahkan, melakukan atau menginspirasi serangan melawan Barat.

Awalnya ancaman dari para Legiun pertama kali terlihat sebagai masalah oleh aparat penegak hukum. Tetapi setelah ancaman semain memburuk tahun lalu, dan FBI turun tangan untuk meningkatkan pemantauan tersangka terorisme diseluruh negeri, biro menekan angkatan militer untuk fokus terhadap grup, menurut para pejabat dan mantan pejabat Amerika.

Iklan 720x90

Sementara pasukan Amerika dan Inggris melakukan serangkaian serangan menggunakan Drone tanpa awak pada anggota grup, FBI menyaring ribuan pengikut legion di sosial media untuk mencari tahu siapa yang telah terinspirasi untuk mengambil tindakan. Dalam dua tahun belakangan, hampir 100 orang telah ditangkap dalam kasus keterlibatan grup teroris.

Beberapa orang yang ditangkap adalah orang yang memiliki kontak langsung dengan Legion. Banyak dari mereka yang terlibat masuk ke-dalam radar kami karena kami telah menyadari mewaspadai mereka melalui hubungan mereka dengan Hussain dan Reyaad Khan, dan juga warga Inggris yang juga memiliki pemimpin grup lainnya, menurut Andrew McCabe, pejabat Direktur dari FBI.

Tuan Hussain memakai sejumlah topi, termasuk dari seorang Hacker. Ia terkait dalam membocorkan data pribadi lebih dari 1300 militer Amerika dan Pejabat pemerintah. Pada Maret 2015, grup-nya memposting nama dan alamat anggota layanan dengan instruksi “Bunuh mereka di tanah mereka, penggal mereka di rumah mereka, tusuk mereka hingga mati seperti mereka berjalan di jalan raya mereka berpikir bahwa mereka aman.”

Lebih penting lagi adalah upaya tuan Hussain sebagai perekrut online.

Menurut catatan pengadilan, Tuan Hussain berkomunikasi dengan setidaknya empat orang di empat negara, memohon mereka untuk memulai serangan atau membantu menyebarkan pesan dari negara islam. Tuan Hussain merupakan dalang dari pemenggalan kepala Pamela Geller, seorang penulis blog konservatif. Diawal 2015, Tuan Hussain mulai berkomunikasi dengan Usamah Abdullah Rahim, 26, dan memberikan petunjuk untuk membunuh nyonya Geller.

Pemakaman Usamaah Abdullah Rahim di Boston
Pemakaman Usamaah Abdullah Rahim di Boston

Tuan Rahim tiba tiba membatalkan rencana tersebut dan memutuskan untuk membunuh anggota polisi di wilayah Boston. Biro telah memantaunya, dan Tuan Rahim ditembak dan terbunuh pada Juni 2015 setelah melawan tim pengawasan FBI dengan sebuah pisau. FBI juga menangkap dua rekan tuan Rahim yang terlibat dalam rencana tersebut.

Mohammed Hamzah Khan
Mohammed Hamzah Khan

Rekan Tuan Hussain juga sibuk, seorang warga Britania Raya, bernama Raphael Hostey, berhubungan dengan Mohammed Hamzah Khan, 19, dari Bolingbrook. Khan dan dua saudaranya mudanya mencoba melakukan perjalanan ke Syria sebelum mereka ditangkap oleh FBI.

Dalam rencana lainnya yang menganggu FBI, Tuan Hussain memberikan instruksi kepada seorang mahasiswa di Ohio bernama Munir Abdulkader untuk menculik anggota militer dan merekam pembunuhan dalam video. Tuan Hussain lalu meminta tuan Abdulkader untuk menyerang kantor polisi di daerah Cincinnati. Bersamaan dengan upaya misi bunuh diri tuan Abdulkader, dia mengatakan kemampuannya dalam lapangan tembak kepada tuan Hussain.

Hussain membalas: “Lain kali anda akan menembak Kuffar di wajah dan perut mereka.” Kuffar adalah sebutan untuk merendahkan non-muslim. Tuan Abdulkader, 22 tahun, lahir di Eritrea, ditangkap dan mengaku bersalah pada bulan juli atas dukungan material kepada terorisme dan merencanakan pembunuhan terhadap anggota militer dan anggota polisi. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Munir Abdulkader
Munir Abdulkader

Dan tahun lalu, FBI menangkap pria asal North California bernama Justin Norlan Sullivan, berumur 19, dan dituduh karena berusaha memberikan dukungan material kepada negara islam. Jaksa Federal mengakatan ia berencana untuk menargetkan tempat umum dalam penembakan massal. Pihak berwenang mengatakan bahwa tuan Sullivan dan tuan Hussain telah membahas untuk membuat video penembakan untuk kepentingan propaganda. Saat orang tua tuan Sullivan mengatakan keprihatinan kepada anaknya yang membeli peredam, dia mendekati anggota FBI yang sedang menyamar tentang pembunuhan mereka. Tuan Sullivan, yang mengatakan tuan Hussain sebagai bagian dari Cyberteam negara islam juga dituduh karena melakukan tembakan fatal kepada tetangganya yang berusia 74 tahun.

Seorang pejabat senior penegak hukum Amerika menjelaskan bahwa musim semi dan musim panas 2015 adalah mimpi buruk bagi FBI. Sebuah lonjakan dalam kegiatan terorisme membuat FBI terguncang. Ketegangan yang sangat kuat, kata Direktur FBI, James B. Comey, bahwa biro berjuang untuk mengimbangi ancaman, memaksanya untuk memindahkan petugas kriminal ke regu pengawasan.

Tapi setelah itu, melakukan serangan demi serangan, Amerika dan Inggris bersiap untuk menghancurkan Legion. Tuan Hostey dilaporkan terbunuh di Mei, beberapa bulan kemudian, Reyaad Khan terbunuh dalam serangan Drone. Seorang warga Australia, Neil Prakash ditargetkan dalam serangan di waktu yang sama. Seorang petugas senior Amerika mengatakan bahwa tuan Prakash terluka tapi selamat. Beberapa minggu kemudian, tuan Prakash ditangkap oleh pemerintah timur tengah, ungkap petugas senior Amerika lainnya.

Baca juga Bermodal wajah, Edward Tio sering bawa lari istri orang

Tuan Hussain meninggal pada Agustus 2015, istrinya, Sally Jones, seorang mantan pemusik punk rock dari Inggris Tenggara, yang pergi ke Raqqa, dipercaya masih hidup. Shawn Parson yang trinidad dan dalam lingkaran Hussain juga tewas.

Para pejabat Amerika mengatakan bahwa mereka terkejut karena negara islam gagal untuk menggantikan Tuan Hussain dan anggota Legion lainnya dengan Hacker yang memiliki kemampuan sama. Namun FBI akan terus menyelidiki peninggalan tuan Hussain.

“Kami masih berurusan dengan dampak dari pembangunan dan jaringan perekrutan tersebut sampai hari ini,” kata tuan Mr. McCabe, petugas resmi FBI.

Iklan 720x90
TINJAUAN IKHTISAR
Nama saya Natasya Ong. Penulis dan pemilik dari website Infobet77.com yang hobi membagikan tips bermain judi online untuk para penjudi Indonesia.